Menabur Benih di Usia Emas (1)

April 14, 2009 at 1:47 pm | Posted in Opini | 1 Comment

Asuhan Dini Tumbuh Kembang Anak merupakan pendekatan penanganan anak-anak usia dini yang tidak hanya menyentuh aspek pertumbuhannya saja (aspek Kesehatan) tapi juga aspek perkembangannya (Pendidikan/psikomotorik dan psikososial). Kedua aspek ini berkembang sangat pesat dalam usia dini 0 – 8 tahun (ada juga yang memakai 0 – 6 tahun) bahkan menurut penelitian para ahli, perkembangan kecerdasan seorang manusia itu sudah mencapai 50 % sampai usia 4 tahun. Hal ini dapat dipahami secara sederhana yaitu pada usia 0 – 3 tahun otak memproduksi banyak sekali sel otak yang akan terhubung satu dengan yang lainnya ketika anak mendapatkan pengalaman indra (pengamatan, pendengaran, sentuhan, rasa dsb) jika sedikit saja pengalaman yang mereka dapatkan maka akan sedikit pula jaringan yang terbentuk dan sel-sel yang tidak membentuk jaringan akan dipangkas dan mati. secara umum hal ini dapat terlihat dari perilaku anak usia dini yang selalu ingin mengetahui sesuatu yang baru seperti ingin memegang apa yang dipegang orang dewasa, memasukkan benda ke mulut, bertanya macam-macam, meniru dan sebagainya. sebagai orang dewasa, kita harus cermat melihat perkembangan ini, apa yang dilakukan oleh mereka bukanlah karena mereka nakal tetapi itu karena tuntutan dari sel otak yang tidak ingin terpangkas dan mati. kesigapan orang dewasa yang dekat dengan si anak (ortu atau sanak famili yang lain) dalam menanggapai fenomena ini akan menentukan seberapa banyak isi otak anak yang bisa dihasilkan sebagai bekalnya ketika dewasa nanti. Contoh sederhana yang sering terjadi yaitu anak-anak yang sering banyak bertanya tentang hal-hal baru di sekitar kita seperti percakapan berikut yang pernah diceritakan kepada saya :

anak : “Bapa, itu apa yang di depan rumah ?”

Bapa : “oo itu mobil truk namanya”

anak : “mobil truk itu mau kemana?”

Bapa : “(mulai tidak sabar) mobil itu mau angkut pasir di sungai”

anak : “ambil pasir mau untuk apa, pa?”

Bapa : “udah-udah, adik maen sama kakak ya”

Sang Bapak tidak tahu bahwa pada saat itu, sel-sel otak anaknya sedang membentuk jaringan dengan pengalaman baru tentang mobil truk.. sang bapak sendiri yang menghentikan sebuah proses yang luar biasa dalam membentuk kecerdasan sang anak. Kalau mau jujur banyak hal-hal menarik lainnya yang ingin disentuh, dicicipi, dirasakan, didengar, dilihat, dicium oleh anak-anak usia dini namun tidak pernah terwujud hanya karena kita tidak memberikan kesempatan itu dengan alasan tidak perlu/tidak baik/berbahaya dan seabrek alasan yang lain namun sebenarnya karena kita malas dan tidak sabar untuk membantu dan mengawasi agar hal-hal baru tersebut tidak membahayakan namun bermanfaat dalam pembentukan kecerdasan anak. Marilah kita sama-sama memahami, asuhan yang benar pada anak usia dini akan menentukan jadi apa dia kelak.. (bersambung)

Advertisement

1 Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Pertamax.. Keaduax, terserah anda..
    Nice posting Mr. Semy.. Keep writing and walking to another place to introduce your place..

    Regards,
    OmpuNdaru


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.