Jangan Merusak Malaikat Kecil itu
April 17, 2009 at 1:27 pm | Posted in Cerita Lepas | 5 CommentsTags: anak, asuhan, didikan, malaikat kecil
Josh kecil tersenyum ketika melihat truk itu berhenti di depan rumahnya..umurnya baru 2,5 tahun tapi dia sudah mengerti kalau hari ini pamannya akan pindah… banyak sekali barang yang telah ditumpuk di depan rumah siap untuk diangkut ke truk..
Josh berlari ke depan rumah sambil melompat dan berteriak girang : “ayo atat, ayo atat”.. suaranya yang lucu dan tidak jelas membuat semua yang ada tertawa namun kami paham kalau ia sedang memberi komando : “ayo angkat, ayo angkat”.
Kami kemudian keluar dan mulai mengangkut satu pesatu barang-barang yang ada mulai dari Almari pakaian, rak buku, tempat tidur sampai perlengkapan dapur..
Josh selalu berusaha untuk ikut memegang barang-barang tersebut dan dibawa ke truk. awalnya kami biarkan saja namun lama-kelamaan kehadirannya ternyata mengganggu dan memperlambat pekerjaan kami. akhirnya ibunya menjadi tidak sabar dan berkata : “Josh, minggir..nih ambil mobil kamu dan main di teras!”.
Kami kembali melanjutkan pekerjaan kami dan tidak lagi mempedulikan kejadian itu yang kami anggap hal yang biasa saja dan tidak penting namun tanpa sengaja aku melihat Josh duduk diam di teras sambil memegang mobil-mobilannya, matanya terus memandang kami dan terasa ada raut sedih di wajahnya.. otakku cepat berputar, ada sesuatu yang tidak beres dan ini tidak boleh dibiarkan..
Ketika aku harus mengangkat sebuah dus buku, aku berhenti sejenak melihat ke arah Josh dan berkata : “Josh, bantu om sem yuk”.. Wajah kecil itu langsung tersenyum, melepas mobil-mobilannya dan berlari ke arah ku. tangan kecilnya langsung memegang dus yang ada dihadapanku, aku mengangkat dus itu kemudian berjalan pelan mengikuti langkahnya, tangan kecilnya tak pernah lepas dari dus itu walau tak ada tenaga berarti yang diberikan.
“tatu, tua, tita”.. suara kecilnya melengking dan dus itu berada di dalam truk. “ayo om, ayo om, ladi..ladi”.. dan dengan cara yang sama kami mengangkat tiang jemuran dan beberapa perlengkapan dapur sampai tidak ada lagi barang yang tersisa. ada keringat-keringat tipis di dahinya namun aku bisa melihat wajahnya yang gembira dan puas.
Mungkin memang ada waktu yang terbuang namun aku yakin ada hal lain yang telah masuk di kepala Josh, sebuah kepercayaan diri kalau dia bukanlah penghalang tapi dia adalah seoarang yang berguna dan bisa diandalkan.
masih banyak Josh – Josh lain yang jarang diberi kesempatan untuk menjadi berarti.. semoga mereka bukan di rumah kita.. Apa kita buat hari ini akan sangat berdampak pada pembentukan karakter mereka kelak..
Semoga Bermanfaat.
5 Comments »
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI
Leave a Reply
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.
Salam Maya!
Aku setuju dgn perbuatanmu.
Aku pun akan demikian jika di situ.
Konon balita adalah awal sedimen pikirnya.
Comment by Maren Kitatau— April 17, 2009 #
Salam kenal juga..
Itulah dunia balita, suatau masa emas yang sayang kalo dilewatkan..
cheers..
Comment by adituka99— April 19, 2009 #
Setuju, Kang!
Usia balita amat menentukan.
Arah perjuangan hidupnya dimulai pd balita itu.
Salam Maya!
Comment by Maren Kitatau— April 20, 2009 #
adituka99.wordpress.com to GoogleReader!
Eremeeff
Comment by Eremeeff— April 28, 2009 #
Josh adalah calon orang besar yang akan tumbuh di dalam lingkungan yang baik…. jadi untuk kita yang sudah mepunyai anak, berikan mereka lingkungan yang nyaman, berikan kepada mereka ruang gerak untuk berbuat dan berkreasi….jangan lupa kunjung2 blog kita ya mas…
best regard,
xentala.wordpress.com
Comment by xentala— July 25, 2009 #